Showing posts with label Tugas Ilmu Sosial Dasar. Show all posts
Showing posts with label Tugas Ilmu Sosial Dasar. Show all posts

Sunday, 22 November 2015

Lembaga Sosial Dalam Masyarakat !!

TUGAS ILMU SOSIAL DASAR TENTANG PERMASALAHAN DI MASYARAKAT
  
 


LEMBAGA SOSIAL DI DALAM MASYARAKAT



PENDAHULUAN

Lembaga sosial adalah suatu tatanan nilai-nilai dan norma-norma yang bertujuan untuk mengatur kehidupan atau hubungan masyarakat yang tergabung dalam kelompok masyarakat. Oleh sebab itu, penulis tertarik mengambil judul “ Lembaga Sosial dalam Masyarakat Indonesia ” karena merasa judul tersebut sesuai dengan keadaan saat ini yang mana mulai tidak memperhatikan yang namanya nilai-nilai serta norma-norma yang ada di masyarakat saat ini. Padahal dengan adanya nilai dan norma akan bisa mengatur kehidupan atau hubungan masyarakat yang mana dalam masyarakat tersebut terdiri dari banyak golongan. Diharapkan dengan ditulisnya makalah ini, para pembaca akan semakin memahami apa yang dinamakan lembaga sosial serta apa fungsinya.


POKOK BAHASAN

1. Pengertian Lembaga Sosial Dalam Masyarakat.
2. Proses Pertumbuhan Lembaga Sosial.
3. Norma – Norma Masyarakat.
4. Sistem Pengendalian Masyarakat.
5. Fungsi Lembaga Sosial.



1. Pengertian Lembaga Sosial Dalam Masyarakat

Lembaga sosial merupakan terjemahan langsung dari istilah asing social-intitution. Akan tetapi, hingga kini belum adanya sepakat mengenai istilah INDONESIA yang dapat mengembangkan isi social-intitution tersebut. Ada yang menggunakan istilah peranata social-intitution menunjuk pada adanya unsur-unsur yang mengatur perilaku masyarakat. Misalnya: koentjaraningrat (koenjaraningrat pengantar antropologi, (Jakarta: Penerbit Universitas, 1964), hlm 113. Mengatakan peranata social adalah suatu sistam tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.



2. Proses Pertumbuhan Lembaga Sosial

Pranata sosial atau lembaga sosial tumbuh karena kebutuhan masyarakat untuk tujuan mendapatkan keteraturan kehidupan bersama. Jika kelompok masyarakat tidak memiliki lembaga sosial, maka kehidupan bersama akan mengalami kekacauan. Hal ini dikarenakan masing-masing anggota masyarakat berbuat sekehendaknya di luar batasan tatanan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam kelompok tersebut. Karena tujuan untuk mencapai keteraturan sosial semata, akhirnya di dalam kehidupan masyarakat tersebut menciptakan nilai-nilai dan norma-norma baik yang bersifat formal maupun informal yang dikemas dalam pranata sosial atau lembaga sosial. Sejumlah aturan yang ada di masyarakat tidak langsung ada begitu saja secara otomatis, tetapi keberadaan lembaga sosial tersebut melalui proses. Proses sebuah aturan menjadi pranata yang dinamakan institution-nalisasi atau proses pelembagaan.



3. Norma – Norma Masyarakat

  Supaya hubungan atarmanusia didalam suatu masyarakat terlaksana sebagai nama harapan, dirumuskan norma-norma masyarakat. Norma masyarakat awal mulanya juga dibuat tanpa sengaja , namun lama kelamaan norma tersebut dibuat secara sadar . Misalnya ,dulu orang yang jual beli ,seorang perantara tidak harus diberi bagian dari keuntungan penjualan tersebut. Untuk membedakan kekuatan meningkat norma-norma tersebut secara sosiologis dikenal adanya empat pengertian yaitu : 
1. Cara (usage) menunjukan suatu bentuk perbuatan ,penyimpangan tersebut tidak akan mengakibatkan hukuman yang berat ,tetapi hanya celaan dari individu yang dihubunginya .contoh sederhana adalah cara kita berjalan ketika berada didepan orang yang lebih tua. 
2. Kebiasaan (folkways) suatu kelakuan yang dilakukan secara berulang-ulang dan sudah menjadi kebiasaan .Hal tersebut mengakibatkan sanksi berupa teguran , contohnya makan dengan tangan kiri.
 3. Tata kelakuan (mores) merupakan kebiyasaan yang dianggap sebagai cara berperilaku dan diterima norma-norma pengatur. 
4. Adat-istiadat (custom) adalah tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat ada sanksi penderitaan bila dilanggar.




4. Sistem Pengendalian Masyarakat

Sosial control adalah system atau peruses yang dijalankan oleh masyarakat selalu disesuaikan dengan kaidah-kaidah yang berlaku dengan masyarakat , pengendalian sosial bisa bersifat : 

a) Pengendalian Preventif         
Pengendalian preventif merupakan control sosial yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran atau dalam versi “mengancam sanksi” atau usaha pencegahan terhadap terjadinya penyimpangan terhadap norma dan nilai.jadi , usaha pengendalian sosial yang bersifat preventif dilakukan sebelum terjadi penyimpangan. 

b) Pengendalian Represif 
Pengendalian represif adalah pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadi pelanggaran dengan maksud hendak memulihkan keadaan agar bisa berjalan seperti semula dengan dijalankan di dalam versi “menjatuhkan atau membebankan sanksi “.pengendalian ini berfungsi untuk mengembalikan keserasian yang terganggu akibat adanya pelanggaran norma atau perilaku manyimpang .Untuk mengembalikan keadaan seperti semula. Perlu dikatakan pemulihan . Jadi pengendalian disini bertujuan untuk menyadarkan pihak yang berperilaku menyimpang tentang akibat dan penyimpangan tersebut. Sekaligus agar dia mematuhi norma-norma sosial.



5. Fungsi Lembaga Sosial

Karena masyarakat begitu kompleks dan saling berhubungan. Lembaga mempunyai fungsi “manifes”, yang merupakan tujuan lembaga yang diakui dan mempunyai fungsi “laten”, yang merupakan hasil yang tidak dikehendaki dan mungkin tidak diakui, atau jika daikaui dianggap sebagai hasil sampingan. 
1. Fungsi Manifes Fungsi yang oleh banyak orang dipandang dan diharapkan akan dipenuhi oleh lembaga itu sendiri. Lembaga ekonomi harus menghasilkan dan mendistribusikan kebutuhan pokok dan mengarahkan arus modal ke tempat yang membutuhkan. Fungsi manifest adalah jelas, diakui, dan biaanya dipuji. 
2. Fungsi Laten  Terdapat berbagai konsekuensi lembaga yang tidak dikehendaki dan tidak dapat diramalkan. Lembaga ekonomi tidak hanya memproduksi dan mendistribisikan kebutuhan pokok, tetapi juga meningkatkan pengangguran dan perbedaan kekayan.                     
Fungsi laten lembaga mungkin 
(1) mendukung fungsi manifest 
(2) tidak relevan 
(3) atau mendorong fungsi manifest.



A. Kesimpulan

Dari makalah yang telah diuraikan diatas maka kami dapat menyimpulkan bahwa lembaga sosial masyarakat adalah suatu tatanan nilai-nilai dan norma-norma yang bertujuan untuk mengatur kehidupan atau hubungan masyarakat yang tergabung dalam kelompok masyarakat. Dan organisasi norma-norma untuk melaksanakan sesuatu yang dianggap penting. lembaga masyarakat melalaui proses, tipe-tipe tertentu, didalamnaya juga terdapat pengendalian, norma-norma dan cirri-ciri tertentu. Dari uraian yang ada dalam makalah ini, kami pemakalah dapat menarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan Lembaga Pendidikan adalah lembaga atau tempat berlangsungnya proses pendidikan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengubah tingkah laku individu ke arah yang lebih baik melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Sedangkan, Lembaga sosial merupakan suatu organisasi pada pemikiran dan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakatan. Hasilnya terdiri atas adat istiadat, tata kelakuan, kebiasaan, serta unsur-unsur kebudayaan yang secara langsung atau tidak tergabung dalam suatu unit yang fungsional. Selain itu, macam-macam lembaga sosial pun dapat diklasifikasikan dalam lembaga Agama, lembaga Keluarga, Lembaga Ekonomi dan lain sebagainya. Begitupun dengan Lembaga Pendidikan dapat diklasifikasikan dalam lembaga pendidikan keluarga, Lembaga pendidikan Sekolah dan Lembaga Pendidikan masyarakat. Dari kesekian macam-macam yang ada dalam lembaga, baik itu lembaga sosial maupun lembaga pendidikan memiliki fungsi masing-masing.



B. Saran

Lembaga sosial dalam masyarakat tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu, oleh karena itu kita sebagai bagian dari kelompok sosial harus berusaha mengendalikan lembaga itu ke arah yang positif sesuai dengan tujuan utama lembaga itu didirikan.



DAFTAR PUSTAKA

http://ariantiyoulie.blogspot.co.id/2013/10/lembaga-sosial-dalam-masyarakat.html

http://www.scribd.com/doc/220943456/Latar-Belakang-Terjadinya-Lembaga-Sosial-Dalam-Masyarakat#scribd




Baca Juga :



Tuesday, 27 October 2015

MASIH ADAKAH PERMAINAN TRADISIONAL DI JAMAN SEKARANG?

TUGAS ILMU SOSIAL DASAR TENTANG PERMASALAHAN DI MASYARAKAT
  
 petak umpet


MASIH ADAKAH PERMAINAN TRADISIONAL DI JAMAN SEKARANG?


PENDAHULUAN

Permainan tradisional, dua kata tersebut mungkin sudah jarang kita temui saat ini, bahkan tidak sama sekali khususnya di kota-kota besar. Dahulu permainan tradisional sering kita lihat, baik di seitar rumah, halaman sekolah, maupun tempat-tempat lain bahkan di tempat ibadah sekalipun. Namun,  saat ini entah karena kemajuan teknologi yang membuat permainan tradisional mulai luntur atau karena faktor lain yang membuat anak-anak Indonesia enggan memainkannya kembali. Padahal semua permainan tradisional merupakan warisan dari nenek moyang kita terdahulu. Anak-anak Indonesia jaman sekarang telah mengadopsi “produk” budaya barat dimana dilengkapi dengan teknologi canggih yang efisien dan dapat dinikmati kapan saja dan dimana saja. Dari sini terlihat seolah-olah kalau mereka tidak menggunakannya, dianggap ketinggalan jaman atau bahasa saat ini “kurang gaul” serta belum bisa mengekspresikan bakatnya.


POKOK BAHASAN 


1.    Mengenal Permainan Tradisional.
2.    Permainan Anak Zaman Dahulu VS Permainan Anak Zaman Sekarang.
3.    Munculnya Permainan Modern.
4.    Sebab-Sebab Permainan Tradisional Kurang Diminati Anak Zaman Sekarang.
5.    Permainan Tradisional Paling Populer.
6.    Manfaat Permainan Tradisional.



MASIH ADAKAH PERMAINAN TRADISIONAL DI JAMAN SEKARANG?

1.    Mengenal Permainan Tradisional

Sebagai contoh permainan congklak, dikenal dengan nama yang berbeda-beda di setiap daerah. Di Sumatra, permainan ini kebanyakan dikenal sebagai congkak. Di Jawa, permainan ini dikenal sebagai congklak, dakon, dhakon atau dhakonan. Di Lampung, permainan ini disebut dentuman lamban. Di Sulawesi, permainan ini disebut sebagai Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang dan Nogarata. Permainan ini terlahir sejak jaman dahulu ketika diperkenalkan oleh para pedagang dari tanah Arab yang berkunjung ke Indonesia. Pada awalnya congklak dimainkan oleh perempuan-perempuan muda kaum bangsawan dari Jawa. Dengan perkembangan waktu, permainan ini telah dimainkan oleh semua kalangan, baik itu dari kelas atas maupun bawah, bahkan tatkala juga dimainkan oleh anak laki-laki. Permainan ini menggunakan papan kayu dengan jumlah lubang di masing-masing pihak dan sekumpulan biji. Filosofi dibalik permainan congklak adalah bagaimana kita belajar mengatur kebutuhan hidup, belajar menabung, serta berbuat bijak dan arif.


2.    Permainan Anak Zaman Dahulu Vs Zaman Sekarang

Mungkin pernahkah kita sadar ketika masa anak-anak dulu apa yang sering kita lakukan dengan teman sepermainan kita. Pastinya jawabannya bermain karena waktu bermain kita ketika itu lebih banyak. Permainan yang sering kita lakukan tentunya permainan tradisional, seperti petak umpet, bentengan, congklak, patil lele, gobak sodor, layang-layang, lompat tali, dan masih banyak lagi yang terdapat di semua daerah di Indonesia. Namun, di era globalisasi saat ini sepertinya jarang sekali kita amati di lingkungan sekitar kita. Anak-anak sekarang lebih suka berdiam diri dirumah lalu memegang “gadget” dengan teknologi canggih dan memainkannya sendiri atau dengan saudaranya maupun teman akrabnya. Padahal, mereka secara tidak sadar terlalu sering bermain permainan modern tersebut, dapat menimbulkan efek negatif, baik secara psikis maupun sisi medis.


3.    Munculnya Permainan Modern

Suasana permainan tradisional mulai hilang secara perlahan-lahan dan tergusur oleh permainan macam Playstation, Nitendo, Game Online, atau segala permainan modern lainnya. Permainan macam ini tidak hanya dinikmati oleh anak-anak semata, tetapi juga orang dewasa. Kadangkala, diantara permainan modern tersebut dijadikan objek “perjudian” untuk meraih keuntungan semata. Padahal, hal itu dapat merusak mentalitas karakter seorang anak. Dampak yang ditimbulkan pun bisa-bisa menjadi suatu “kecanduan” yang sulit dihilangkan. Namun saat ini seakan-akan baik masyarakat maupun pemerintah tampaknya enggan mengurusi hal tersebut. Meskipun hal ini dirasa tidak begitu penting, tapi dapat mempengaruhi harga diri sebagai bangsa Indonesia yang selalu mengikuti trend ala budaya barat. Adapun beberapa kajian penelitian yang menjadikan salah satu permainan tradisional sebagai objek dimana hasilnya memiliki kesamaan, yaitu Tuhan, alam, dan hubungan antar manusia. Bukan berarti permainan modern itu tak selamanya membawa efek buruk bagi anak-anak. Salah satu contohnya ada beberapa siswa di salah satu sekolah di di Indonesia yang dapat menciptakan robot dan juga menjuarai kompetisi permainan modern lainnya, baik tingkat nasional maupun internasional. Tentu saja membawa kebanggaan bagi negara kita.


4.    Sebab – Sebab Permainan Tradisional Kurang Diminati Anak Zaman Sekarang

Adapun sebab-sebab yang membuat anak-anak jaman sekarang jarang sekali memainkan permainan tradisional, diantaranya kurangnya peran orang tua ketika mengenalkan permainan tradisional. Mereka sering membelikan mainan modern yang membuat anak tersebut betah untuk memainkannya. Lalu, lahan bermain semakin sempit dimana anak-anak sulit bermain laying-layang ataupun permainan tradisional lainnya. Terlalu kurang penganjuran pertandingan permainan tradisional oleh pihak-pihak bertanggungjawab menyebabkan permainan jenis ini semakin lesu di bumi sendiri; Penganjuran permainan tradisional dari peringkat rendah hingga ke peringkat dunia akan lebih mempopularkan permainan tradisional. Contohnya permainan sepak raga yang diberikan sedikit inovasi dan dikenali dengan permainan sepak takraw telahpun popular sehingga ke peringkat antarabangsa. Dan yang terakhir kurangnya perhatian dari pemerintah setempat ketika memperkenalkan permainan tradisional ke anak-anak di daerahnya masing-masing. Mereka hanya sibuk memikirkan keuntungan dari pihak-pihak yang menciptakan alat mainan modern.


5.    Permainan Tradisional Paling Populer

Petak umpet adalah permainan hide and seek(Menurut saya permainan ini adalah permainan tradisional yang paling populer) yang dimainkan dua orang atau lebih. Semakin banyak yang memainkan, makan akan semakin seru permainan ini. Petak umpet diawali dengan menentukan siapa yang jaga(kucing). Biasanya penentuan kucing ditentukan dengan hompimpah, ciripit, atau cara lain sesuai daerah masing-masing. Kucing akan bertugas mencari dan menemukan teman-teman yang bersembunyi. Setelah ditentukan siapa yang menjadi kucing, kucing akan menutup mata menghadap tembok/pohon yang dijadikan INGLO/BON/HONG, yaitu tempat yang disepakati sebagai patokan. Ketika kucing menutup mata dan mulai menghitung sesuai waktu yang telah disepakati, anak-anak yang lain berlari dan bersembunyi agar sebisa mungkin tidak ditemukan oleh kucing. Setelah hitungan selesai, kucing meninggalkan INGLO/BON/HONG dan mulai mencari anak-anak lain. Apabila kucing menemukan salah satu anak, maka kucing harus menyebut nama dan berlari menuju inglo lebih dulu dari pada anak tersebut. Apabila kucing tidak/kalah dalam menyentuh inglo maka permainan dimenangkan oleh anak-anak lain dan permainan diulang. Begitu juga ketika ada anak yang secara tiba-tiba lebih dahulu menyentuh inglo tanpa diketahui kucing, maka permainan diulang dan kucing jaga kembali.


6.    Manfaat Permainan Tradisional

Permainan tradisional memiliki segudang banyak manfaat yang seringkali belum kita ketahui sepenuhnya bahkan terabaikan. Permainan tradisional mengajarkan banyak hal kepada anak-anak yang dapat diingat sepanjang masa. Permainan tradisional juga mengajarkan pentingnya makna Unity in Diversity yang dapat ditanamkan kepada mereka sejak dini. Kalau sudah begini, bagaimana kondisi permainan tradisional saat ini, masih adakah? Akankah permainan tradisional ini punah dengan sendirinya? Jawabannya tentu dari kita sendiri seberapa besarkah kesadaran kita untuk melestarikan permainan tradisional untuk di masa yang akan datang dan berjalan selaras dengan permainan modern. Permainan tradisional tidak hanya memiliki nilai filosofi, tetapi juga dapat memanfaatkan sumber daya alam di lingkungan sekitar kita, salah satunya permainan enggrang. Permainan yang mulai berkembang dari Jawa Barat ini menggunakan bamboo dan kayu yang diberi pijakan (kaki) agar bisa leluasa dalam menggerakkannya ketika berjalan. Selain sebagai penghematan dalam penggunaan bahan, bisa juga mengajarkan kepada kita semua pentingnya sumber daya alam bagi kelangsungan kebutuhan hidup manusia. Seringkali generasi anak jaman sekarang meremehkan permainan tradisional. Padahal dibalik permainan tradisional ini banyak sekali pendidikan karakter yang bisa diajarkan bagi diri mereka sendiri maupun orang lain, salah satu contohnya adalah gobak sodor. Dalam permainan ini kita diajarkan pentingnya kerjasama dalam sebuah kelompok serta melatih kejujuran. Selain itu, permainan ini juga memiliki simbol berpikir secara logis, kreatif, dan inovatif.


A. Kesimpulan
Permainan tradisional tidak hanya sekedar permainan yang mengandung kesenangan semata. Namun permainan tradisional dapat melatih kemampuan motorik anak, sikap anak, dan juga ketrampilan anak. Serta dapat membentuk karakter anak yang luhur.

B. Saran
Peran Orang Tua sangat penting supaya permainan tradisional bisa dimainkan kembali oleh anak zaman sekarang. Orang Tua dapat memberikan pengetahuan tentang permainan tradisional kepada anak-anak mereka. Lalu Perannya Para Komunitas Pecinta Permainan Tradisional juga sangat penting bagi para anak-anak zaman sekarang . Mereka dapat mengenalkan permainan tradisional kepada para anak-anak, dengan cara mengajarkan para anak-anak tersebut bermain permainan tradisional secara langsung . Kurangnya fasilitas bermain dari pemerintah juga mengakibatkan anak-anak tidak ada lahan untuk bermain mereka. Diharapkan Pemerintah juga harus mampu menyediakan fasilitas bermain untuk anak-anak.


DAFTAR PUSTAKA

https://swayanaka.wordpress.com/2014/02/08/masih-adakah-permainan-tradisional-di-jaman-sekarang/
http://mohamadazemi2013.blogspot.co.id/2013/07/esei-faktor-permainan-tradisional.html
http://longsani.blogspot.co.id/2014/07/makalah-permanina-tradisional.html
http://www.macammacambudayaindonesia.com/2015/05/permainan-tradisional-indonesia-paling.html



Baca Juga :
Artikel Tentang Jam Kerja Pada Organ Tubuh
Tahukah Anda Jika Emas Di Irian Dibagi Rata Rakyat INDONESIA ,Akan Kebagian Tiga Ton Setiap Jiwa ???
Kenapa Tulisan Di Mobil Ambulans Terbalik?
15 Mainan Cowok-Cowok Di Tahun 90-an yang Pernah Menyelamatkan Masa Kecilmu
Lembaga Sosial Dalam Masyarakat !!